Gus Miek Bertemu Pengemis Misterius, Ternyata Itu yang Dicari Kyai Mahrus Aly Lirboyo

  • Bagikan
Gus Miek Bertemu Pengemis Misterius, Ternyata Itu yang Dicari Kyai Mahrus Aly Lirboyo

 

KH Chamim Djazuli, akrab disapa Gus Miek, adalah sosok kyai nyentrik dari Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri.

Gus Miek punya gaya dakwah yang unik, yakni masuk di berbagai klub malam, diskotik, tempat prostitusi, perjudian, dan lainnya. 

Gaya nyentrik Gus Miek menjadi ciri khasnya, yakni pakai kaca mata hitam, jaket, dan celana jins. 

Sebagaimana dikutip BeritaBantul.com dari buku ‘Perjalanan dan Ajaran Gus Miek’ yang diterbitkan Pustaka Pesantren, 2007, ditulis M. Nurul Ibad, dijelaskan kisah Gus Miek dan seorang pengemis yang misterius. 

Kisah itu bermula pada suatu pagi, saat Gus Miek bersama santrinya bernama Miftah dari Blitar. Kedua jalan-jalan naik sepeda, tiba-tiba Gus Miek minta berhenti di tengah jalan. 

Saat berhenti itu, ternyata ada seorang pengemis yang sedang meminta-minta.

“Miftah, kamu nanti ikut bersalaman dengan orang itu,” katanya sambil menunjuk seorang pengemis yang sedang meminta-minta. Keduanya lalu menunggu. Setelah ada orang yang memberi, pengemis itu berdiri dan beranjak pergi.

Saat itu, Gus Miek mengucapkan salam, pengemis itu pun membalasnya.

“Lho, kok kamu, Gus?!” kata pengemis itu.

“Iya, Mbah.”

“Di sana lho, Gus, ada warung murah, tetapi masih ada yang lebih murah lagi.” 

“Iya, Mbah. Hanya itu saja Mbah?”

“Iya, Gus” jawab pengemis itu.

Seketika itu juga, pengemis pergi berlalu.

Gus Miek kemudian berkata kepada Miftah, “Tah, orang itu adalah orang yang terbalik.”

Miftah bingung, kok terbalik, apa yang dimaksudkan Gus Miek. Itu dalam hatinya.

“Terbalik bagaimana, Gus?” Miftah bertanya.

“Maksudnya, kelak di akhiratnya dia tidak seperti itu. Dia kalau tidur seenaknya sendiri, di emperan toko juga sudah biasa. Kyai Mahrus Ali (Lirboyo-Kediri) mencari orang itu dalam dua tahun tidak ketemu, kalau aku sering sekali bertemu dengan dia.”

“Kok menunjukkan warung murah, Gus?”

“Ya, itu tadi mencemooh aku. Maksudnya, aku dilarang takabur. Tapi, aku kan masih muda, ya tidak bisa kalau tidak takabur. Sedangkan dia sudah tua, ya pasti bisa untuk tidak takabur.”

Gus Miek kemudian berpesan:

Jangan sekali-kali kamu su’udzon DZANN (buruk sangka) dengan siapa saja.

1. Apabila ada orang yang meminta sumbangan, anggaplah ia bagian dari orang shalih (minas sholihin ).

2. Bila ada pengemis meminta-minta, anggaplah ia bagian dari orang arif dan bijaksana (MIN AL-‘ARIFIN).

3. Bila ada seorang kyai yang meminta sumbangan, anggaplah dia bagian dari orang-orang yang berpengetahuan sangat luas (MIN AL-‘ALIMIN). Kalau sudah begitu, mintalah doa restu.”

Pesan Gus Miek yang sangat istimewa, memberi ilmu hikmah yang luar biasa.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.