Pergunu Bertekad Terus Wujudkan Indonesia Maju, Adil, Makmur Lewat Pendidikan

  • Bagikan
Pergunu Bertekad Terus Wujudkan Indonesia Maju, Adil, Makmur Lewat Pendidikan

Mojokerto, NGAJI SANTRI

Ketua Panitia Kongres ke-3 Pergunu, H Saepuloh menjelaskan bahwa kongres ini membahas bagaimana peran Pergunu dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil dan makmur melalui pendidikan.

Cita-cita tersebut akan dijadikan tujuan utama dari setiap pergerakan yang dilakukan oleh Pergunu.

Selama lima tahun, belakang Pergunu sudah dapat membentuk 34 Pimpinan Wilayah, 512 Pimpinan Cabang serta 11.171 Pimpinan Anak Cabang. Ini modal menuju Indonesia maju, adik dan makmur,” jelasnya, Jumat (27/5/2022).

Untuk mencapai tujuan mulia tersebut, menurut Saepuloh Pergunu telah melakukan upaya peningkatan kesejahteraan guru melalui gerakan Teacherpreneur. Salah satunya dengan membuat market place Siplah Belanja 24 https://siplah.belanja24.com/

Pergunu juga telah memberikan beasiswa S1, S2 dan S3 sekitar 11 ribu selama lima tahun belakang ini. Selain itu, Pergunu juga telah membuat Jurnal Aswaja: Pendidikan dan Keislaman berbasis ojs https://ejurnal.guru-aswaja.com/index.php/aswaja

“Di agenda kongres ini, kita bahas terkait dengan agenda penguatan jaringan Pergunu sampai tingkat desa. Dua tahun ke depan kepengurusan Pergunu bisa membentuk pengurus ranting seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan, dengan mewujudkan guru-guru yang berkualitas dan lembaga pendidikan yang berkualitas. Diharapkan bisa melahirkan generasi bangsa yang berkualitas, mempunyai kemampuan untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil dan makmur.

“Kita berharap Kiai Asep berkenan untuk memimpin Pergunu kembali dengan harapan bisa lebih maju dan menjadi organisasi profesi guru yang profesional,” pinta Saepuloh.

Senada, Ketua Umum Pergunu KH Asep Syaifuddin Chalim menambahkan untuk mewujudkan Indonesia maju, adil dan makmur ia telah memiliki empat langkah strategis.

Langkah pertama menurutnya yaitu memiliki akses intelektual, oleh karena itu Pergunu berusaha keras mencetak 500 doktor. Hal ini dalam rangka mempercepat jumlah dan kapasitas kelompok intelektual dari Nahdlatul Ulama (NU)

“Kedua, memiliki akses sosial. Kita harus mampu komunikasi dengan semua pihak dengan cara pihak. Kita harus peduli dengan kehidupan sosial. Sehingga kehadiran pergunu akan terasa dibutuhkan,” katanya.

Langkah ketiga menurutnya yaitu memiliki akses jaringan. Pergunu sudah hadir di 34 Wilayah dan 514 cabang. Di Garut ada pengurus ranting yang lengkap 442. Jika Pergunu sudah hadir di setiap desa maka Garut akan damai, karena misi yang dibawa Pergunu adalah kedamaian.

Keempat memiliki akses finansial, pertolongan Allah akan diberikan sesuai dengan kadar pembiayaan yang dimiliki sebuah perhimpunan.

“Jika empat ini bisa diwujudkan, maka bisa diwujudkan Indonesia yang maju adil dan makmur. Jika tulus bisa maka bisa,” tutup Kiai Asep.

Pewarta: Syarif Abdurrahman

Editor: Fathoni Ahmad

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.