Venue Muktamar 48 Jadi Destinasi Wisata Menarik bagi Warga Muhammadiyah

  • Bagikan
PBSI UMS Meluluskan 63 Mahasiswa dengan Menggunakan Sistem OBE

NGAJISANTRI.MY.ID. SURAKARTA– Tidak bisa dipungkiri bangunan estetik Edutorium KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai venue Muktamar 48 Muhammadiyah – ‘Aisyiyah memberikan daya tarik tersendiri, khususnya bagi Warga Muhammadiyah.

Seperti yang dirasakan oleh Warga Muhammadiyah Cabang Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Khusus Ibu-ibu ‘Aisyiyah Cabang Mantrijeron yang merasa haru dan berdecak kagum melihat desain Edutorium KH Ahmad Dahlan. Munarsih, mewakili Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Mantrijeron menjelaskan kegiatan rihlah ini sebagai semarak Muktamar ke-48 Muhammadiyah – ‘Aisyiyah yang akan dihelat November tahun ini.

“Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke 48 di Surakarta,” Ucapnya pada (23/3) di sela acara kunjungan.

Dirinya juga mengapresiasi performa Panitia Muktamar ke-48 yang menyambut dengan baik kunjungan mereka. “Kami sangat tidak menduga jika disambut dengan baik. Semoga seluruh panitia dan warga persyarikatan diberikan kesehatan dan umur yang bermanfaat dari Allah SWT. Harapan kami, semoga besok saat Muktamar, kami bisa hadir untuk menjadi penggembira,” imbuhnya.

Sementara itu, Bambang Sukoco sebagai Panitia Penerimaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah – ‘Aisyiyah berterima kasih atas atensi besar yang diberikan Warga Muhammadiyah terhadap segala hal yang berkaitan dengan Muktamar ke-48 Muhammadiyah – ‘Aisyiyah yang akan diselenggarakan di UMS.

“Insyaallah kami yang di Solo ini akan melakukan yang terbaik untuk penyelenggaraan Muktamar nanti. Bagi kami, suksesnya Muktamar adalah harga diri seluruh warga persyarikatan. Maka, kami insyaallah akan melakukan yang terbaik,” tuturnya.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Bambang untuk mensyiarkan perhelatan muktamar yang akan digelar pada 18-20 November tahun 2022. Dia berharap Warga Muhammadiyah di manapun berada menjadi influencer, penyambung informasi atas penyelenggaraan Muktamar ke-48 Muhammadiyah – ‘Aisyiyah yang sempat tertunda atau mundur, yang seharusnya diselenggarakan pada tahun 2020.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.