Lulusan Terbaik Wisuda UM Gresik Didominasi Perempuan, Abdul Mu’ti Berikan Pujian

  • Bagikan
Lulusan Terbaik Wisuda UM Gresik Didominasi Perempuan, Abdul Mu’ti Berikan Pujian

NGAJISANTRI.MY.ID, GRESIK – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti hadir memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda XL Universitas Muhammadiyah (UM) Gresik tahun akademik 2021-2022 di Hotel Aston Inn, Kamis (24/3).

Selain menyampaikan tahniah kepada seluruh civitas akademika, Abdul Mu’ti juga memuji capaian pemerataan pendidikan UM Gresik yang menurutnya terbukti dari jumlah lulusan terbaik dari semua program studi.

“Dari seluruh wisudawan terbaik, laki-lakinya hanya satu. Yang lainnya adalah perempuan. Jadi kalau ada yang berpendapat perempuan itu kecerdasannya separuh laki-laki, langsung terbantahkan oleh wisuda ini. Dan ini menggambarkan betapa sesungguhnya Muhammadiyah memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan harkat dan martabat kaum perempuan,” puji Mu’ti.

“Jadi sesungguhnya dikotomi laki-laki dan perempuan dalam konteks kecerdasan yang kadang-kadang terlegitimasi dalam pemahaman agama yang sangat dangkal itu saya kira akan semakin lama semakin terbantahkan oleh berbagai capaian akademik kaum perempuan yang luar biasa,” imbuhnya.

Kepada 682 lulusan UM Gresik, Abdul Mu’ti berpesan tentang empat tingkatan keilmuan menurut Ali Syariati yang sejalan dengan Alquran Surat Al Mujadilah ayat 11 dan Surat Az-Zumar ayat 9. Urutan dari terendah hingga tertinggi, tingkatan kelompok itu adalah ilmuwan, intelektual, ideolog, dan terakhir ulama. Mahasiswa lulusan UM Gresik diharapkan Mu’ti meraih tingkatan di atas ilmuwan. Jika ilmuwan asyik masyuk dengan kegiatan ilmu pengetahuan, maka intelektual melakukan tinjauan kritis terhadap realitas kehidupan. Sedangkan ideolog bergerak lebih jauh untuk mengubah keadaan. Sementara ulama membimbing umat menuju pencerahan dan keselamatan dunia akhirat.

“Oleh karena itu para alumni UM Gresik ini paling tidak bisa mengambil tiga peran yang terakhir. Saudara tidak boleh berhenti menjadi ilmuwan saja, tetapi minimal menjadi intelektual, atau bahkan boleh jadi menjadi ideolog atau mungkin ulama sebagai puncak tertinggi dari ilmu dan pertanggungjawabannya itu,” tutur Mu’ti.

“Saya juga mendoakan semoga ilmu yang sudah saudara-saudara pelajari selama studi di UM Gresik menjadi ilmu yang bermanfaat dan saudara-saudara sekalian sebagai sarjana dapat kembali ke masyarakat sebagai kelompok yang tercerahkan, kelompok yang mencerahkan dan membawa perubahan bagi kehidupan di masyarakat, kehidupan dalam lingkup kecil di mana anda berada, dan dalam lingkup keumatan dan kebangsaan,” pungkasnya. (afn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.