Hati-hati, Ini Pesan Gus Baha Terhadap Pengguna WhatsApp: Nangis Saya Melihat Kelakuan Mereka

  • Bagikan

  

Berikut ini sebuah nasihat atau pesan dari KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha kepada pengguna media sosial WhatsApp.

Tidak heran, bila di era sekarang pengguna media sosial sangat banyak.

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa angka pengguna media sosial sudah ratusan juga orang.

sangat bermanfaat, namun di satu sisi media sosial juga bisa berdampak buruk.

Meskipun hal ini ternyata tidak disadari oleh pengguna media sosial hari ini.

Dengan menawarkan sensasi dan kegairahan yang luar biasa, media sosial menghipnotis penggunanya.

Bahkan tidak segan, hal-hal yang tersembunyi negatif bisa tercipta lewat media sosial, seperti perilaku membawa dosa.

Salah satu media sosial yang diikuti dan dimiliki oleh jutaan orang hari ini adalah WhatsApp atau biasa dikenal dengan WA.

WA atau WhatsApp merupakan salah satu aplikasi media sosial yang menawarkan fitur komunikasi.

Pada dasarnya, WA atau media sosial yang lain itu baik. Hanya saja, dalam menggunakannya, pengguna media sosial sering keliru bahkan ada yang kelewatan.

Gus Baha menyampaikan ketaatan terberat di zaman akhir itu bisa jadi hal sederhana, oleh karena itu pesan Gus Baha buat yang ngaji beliau jangan gunakan WA untuk hal ini, sangat fatal jika dilakukan.

Mula-mula Gus Baha menuturkan dalam ceramahnya bahwa ada ciri utama dari orang yang saleh.

Ciri utama orang yang saleh itu tidak mendengarkan keburukan orang saleh lain,” kata Gus Baha.

Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, Gus Baha menuturkan hidup manusia itu tidak perlu ribet.

“Hiduplah seperti biasa. Yang penting di hatimu tidak ada kebencian,” ucap Gus Baha.

“Makannya saya minta, bagi yang suka ngopi, ngopilah. Alhamdulillah, bisa ngopi. Yang suka jalan-jalan, yaa,, jalan-jalan lah. Yang penting jangan saling memusuhi antar manusia” tambah Gus Baha.

Namun, di sisi lain Gus Baha mengungkapkan kalau zaman ini telah rusak akibat perilaku manusia.

“Tapi zaman sekarang telah rusak. Menyebar keburukan orang lain malah bangga,” ungkap Gus Baha.

Bagi Gus Baha, perilaku seperti ini tidak baik. Manusia sering melakukan dosa, sebab kurang akan ilmu.

“Dasar tak pernah mengaji. Menyebar keburukan orang kok bangga,” tutur Gus Baha.

Dalam ceramahnya juga, Gus Baha menuturkan sebaiknya hati manusia itu harus bersih. Tidak saling melukai atau bahkan merugikan orang lain.

Makannya saya meminta agar hati kalian selamat. Sekalipun mau sedikit sombong, terserah. Yang penting tidak merugikan orang lain,” ucap Gus Baha.

Kyai pengasuh pondok pesantren Tahfidul Qur’an LP3IA ini mengatakan bahwa sifat manusia itu diakibatkan perkembangan teknologi hari ini.

Manusia sering menyerang sesamanya. Padahal, menurut Gus Baha, manusia yang baik itu tidak membuka atau mengumbar keburukan sesamanya.

Begitu saja. Dari pada komentar sana, komentar sini. Apalagi lewat media sosial,” ujar Gus Baha.

“Ciri utama orang baik itu menutupi keburukan sesama muslim. Sekarang orang pada mengumbar keburukan sesama muslim,” tambahnya.

Gus Baha juga mengatakan bahwa dirinya sedih melihat perilaku manusia akhir zaman yang suka mengumbar keburukan sesamanya lewat media sosial.

“Nangis saya melihat kelakuan orang-orang lewat WhatsApp,” kata Gus Baha.

Gus Baha pun menegaskan bahwa perilaku seperti itu akan membuat manusia mendapat dosa dan dipastikan tidak mendapat tempat di surga.

Saya beri tahu, tidak akan masuk surga orang-orang yang sering adu domba,” ungkap Gus Baha.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.