Begini Pesan Habib Luthfi Saat Ceramah di Depan Prajurit Banteng Raiders

  • Bagikan

 Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali Bin Yahya mengajak prajurit Banteng Raiders membulatkan tekad untuk kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa. Habib Luthfi secara khusus memberikan ceramah di Mako Yonif Raider 400/BR, Semarang, Kamis (24/3/2022) malam.

Ulama kharismatik itu meminta para prajurit jangan mau dipecah-pecah. 

Jangan mau dipecah belah seperti halnya air laut yang asin, tidak terpengaruh seberapa banyak pun air darat yang datang. Kelompok masyarakat boleh ada, bendera partai boleh bermacam-macam, namun bendera nasional kita tetap Merah Putih,” kata Habib Luthfi saat memberikan Tausiyah Kebangsaan di hadapan prajurit Yonif Raider 400/BR beserta Persit dan keluarga.

Ulama kharismatik asal Pekalongan itu memaparkan bahwa hakikatnya hidup manusia bermula dari diciptakan-Nya Adam dan Hawa. Kemudian ditakdirkan menjadi perantara kelangsungan berkembangnya manusia di muka bumi ini. 

Sehingga, lanjut dia, manusia melahirkan anak cucu dan terus turun temurun sampai dengan beribu banyak manusia sehingga membentuk kelompok suku, RAS, sesuai keturunannya masing-masing. 

“Begitu pula di negara tercinta kita Indonesia, terlahir dan tersirat serta tersurat terdiri bermacam macam suku bangsa karena adanya proses asimilasi yang tersebar berkat perdagangan dan kegiatan lainya. Maka perihal ini menjadi potensi untuk terjadinya ancaman pecah belah karena kepentingan oknum,” katanya.

Habib Luthfi menggambarkan agar para prajurit tetap solid, kuat persatuan dan kesatuannya dengan contoh kehidupan nyata yaitu lautan air laut yang ditakdirkan berasa asin.

“Ketika hujan turun semua air bermuara ke laut, namun dari bermacam-macam air darat yang masuk ke laut, air laut yang berasa asin sama sekali tidak terpengaruh, ini contoh yang nyata,” ujarnya.

Selain dihadiri para prajurit dan Persit, dalam kegiatan itu hadir juga Danyonif Raider 400/BR Mayor Inf Ely Purwadi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.