Banyak yang Mengucapkan Kalimat Ini Setelah Sholawat, Tak Beradab dan Salah, Ini yang Benar, Gus Baha: Naif

  • Bagikan

   

Sosok Gus Baha memang menjadi panutan banyak orang karena mengajarkan ilmu-ilmu yang jarang diungkap.

Kali ini ulama muda tersebut membahas tentang kalimat untuk menjawab sholawat yang selama ini ternyata salah.

Bahkan, orang yang mengucapkan kalimat yang dimaksud setelah mendengar sholawat disebit naif menurut Gus Baha.

Dalam Islam memang terdapat kalimatkalimat mulia yang cukup pendek redaksinya apabila diucapkan.

Kalimat-kalimat tersebut bisa digunakan sebagai dzikir atau wirid dengan jumlah tertentu.

Selain jumlahnya, orang biasa membacakannya saat momen-momen tertentu, seperti usai sholat dan yang lainnya.

Ada beberapa jenis kalimat yang biasa diucapkan, seperti istighfar, tasbih, tahmid, hingga sholawat.

Khusus untuk sholawat sendiri merupakan kalimat yang sangat dianjurkan karena mengagungkan Nabi Muhammad.

Orang yang sholawat satu kali saja akan dibalas oleh Allah sepuluh kali, sehingga sayang apabila dilewatkan.

Namun, khusus untuk sholawat ada kalimat tertentu yang hendaknya diucapkan ketika seseorang mendengar bacaan tersebut.

Akan tetapi, menurut Gus Baha selama ini terjadi kesalahan yang umum, sehingga maknanya salah.

Banyak orang yang menjawab sholawat dengan kalimat yang salah, sehingga dianggap tidak beradab.

Hal itu bahkan, akan membuat malaikat sekelas Jibril pun tidak akan paham tentang makna kalimat yang diucapkan itu.

Adapun kalimat yang selama ini salah untuk menjawab sholawat menurut ulama musa itu, yakni ‘sholialai’.

Sholawatnya baik tapi Jibril nggak paham ‘sholialai sholialai’ itu kalimat apa kan nggak jelas,” tegasnya.

Makna kata tersebut bukan mengagungkan Nabi Muhammad, tetapi justru menyuruh orang lain untuk bersholawat.

Artinya, apabila seorang kyai bersholawat lalu dijawab ‘sholialai’ oleh santrinya, maka fatal akibatnya. 

Hal itu karena si santri justru menyuruh sang kyai untuk terus bersholawat. Itulah yang dianggap tidak beradab.

Sholi itu perintah, berarti sholialai itu pak kyaimu yang disuruh membaca sholawat, itu kalimat yang salah,” ungkapnya kepada jamaah.

Seharusnya, seseorang ketika mendengar bacaan sholawat hendaklah mengucapkan ‘shallallahu alaihi wasallam’.

“Itu naif, mestinya kan ‘qola Rasulullah’ mestinya kan (dijawab) ‘shallallahu alaihi wasallam’,” ujar Gus Baha.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.