3 Kiat Nabi Sulaiman Membangun Kerajaan Makmur dan Sejahtera

  • Bagikan
3 Kiat Nabi Sulaiman Membangun Kerajaan Makmur dan Sejahtera

NABI Sulaiman as. membangun pondasi kerajaan yang dipimpinnya sehingga bisa menjadi makmur dan sejahtera. Apa saja kiat nabi Sulaiman membangun kerajaan tersebut?

Seperti diketahui, Nabi Sulaiman bukan hanya seorang nabi dan rasul, melainkan juga seorang raja yang memiliki kekuasaan dan kekayaan. Dalam kitab Qissah fil Al Quran Al Karim karya Sayyid Muhammad Tantawi dijelaskan bagaimana nabi Sulaiman membangun pondasi kerajaannya sehingga makmur dan sejahtera. Bahkan Ratu Balqis dari negeri Saba’ pun tunduk padanya.

Dituliskan dalam kitab itu:

ان سليمان عليه السلام قد اقام دولته على الايمان بالله تعالى وعلى العلم النفع وعلى القوة العا دلة

“Nabi Sulaiman Alaihissalam pernah membangun kerajaannya dengan pondasi Iman kepada Allah Ta’ala, ilmu yang bermanfaat dan menegakan keadilan.”

BACA JUGA: Besarnya Kekayaan Nabi Sulaiman

Berikut kiat nabi Sulaiman membangun kerajaan:

Kiat nabi Sulaiman membangun kerajaan: Iman Kepada Allah

Sebagaimana dikutip dari Republika, pakar tafsir Alquran yang juga pengasuh Pondok Pesantren Bayt Alquran-Pusat Studi Alquran, ustaz Syahrullah Iskandar menjelaskan bahwa nabi Sulaiman membangun kerajaannya didasarkan atas keimanan kepada Allah SWT. Dalam setiap aktivitasnya, terlebih sebagai seorang raja, pengambil kebijakan dan penentu hukum, nabi Sulaiman selalu menyandarkan kepada Allah SWT.

“Adapun keimanan kepada Allah dan keikhlasan beribadah itu terlihat, terintegrasi di dalam sanubari nabi Sulaiman. Hal itu terlihat dengan nikmat kenabian yang diberikan Allah kepadanya,” kata ustaz Syahrullah saat mengisi kajian kitab Qissah fil Al Quran Al Karim yang diselenggarakan Nasaruddin Umar Office secara virtual beberapa hari lalu.

Selain itu ustaz Syahrullah yang juga dosen tafsir Alquran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjelaskan kuatnya keimanan menjadi pondasi dalam membangun kerajaan nabi Sulaiman terlihat dari dakwah nabi Sulaiman yang menyeru manusia untuk mentauhidkan Allah. Seperti ketika nabi Sulaiman menyeru melalui surat yang dikirimkan burung Hud Hud agar ratu Saba agar tidak sombong dan agar menjadi Muslim.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An Naml ayat 30-31

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ# أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

“Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri” (QS An Naml: 30-31)

“Ini dakwahnya, jangan sombong, jangan angkuh, jangan merasa diri paling mengatasi yang lain dihadapanku. datanglah kepadaku dalam kondisi telah berislam. Itu ajakannya, didahului basmalah lalu pesan (dakwahnya),”

Kiat nabi Sulaiman membangun kerajaan: Ilmu yang bermanfaat

Nabi Sulaiman membangun kerajaannya dengan didasari ilmu yang bermanfaat. Ustaz Syahrullah menjelaskan bahwa orang yang melakukan suatu amal dengan ilmu akan sangat berbeda hasilnya dengan seseorang yang melakukan amal tanpa ilmu. Maka orang memiliki ilmu tidak akan tersesat atau salah ketika mengerjakan suatu amal.

“Nabi Sulaiman ini sebagai nabi, dianugerahkan Allah kepadanya ilmu, kemudian ilmunya itu digunakan untuk menyelesaikan masalah di tengah masyarakat. Jadi ilmunya bermanfaat buat orang lain,” kara ustaz Syahrullah.

BACA JUGA: 4 Fakta Nabi Sulaiman, dari Menyembelih Kuda-kuda sampai Hendak Membelah Seorang Bayi

Kiat nabi Sulaiman membangun kerajaan: Kekuatan menegakan keadilan

Nabi Sulaiman membangun kerajaannya yang kokoh dengan menegakan keadilan. Ustaz Syahrullah menjelaskan bahwa nabi Sulaiman menjadi seorang raja dengan dianugerahi kekuatan dan dengan kekuatan itu nabi Sulaiman memerintah dengan adil.

“Pimpinan itu memang harus berlaku adil. Seorang pimpinan di tengah masyarakat itu perannya sangat besar untuk mendatangkan kemaslahatan bersama. Tetapi ketika dia salah dia juga berpotensi besar untuk mencelakai atau mendatangkan keburukan buat masyarakat,” katanya. []

Referensi: Qissah fil Al Quran Al Karim karya Sayyid Muhammad Tantawi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.