Taliban Resmi Melarang Bendera Tiga Warna Afghanistan

  • Bagikan
wajah baru taliban bendera afghanistan

NGAJISANTRI.MY.ID—Pemerintah Imarah Islam alias Taliban mengeluarkan dekrit pada minggu yang melarang bendera resmi tiga warna pemerintah Afghanistan yang diakui secara internasional (hitam, merah, hijau). Pemerintah baru menggantinya dengan bendera berwarna putih Imarah Islam.

Berdasarkan isi dekrit tersebut, seluruh instansi pemerintah di negara ini dan kapal sekarang harus menggunakan bendera Taliban dengan tulisan suci islam dalam tinta hitam “Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya,” jelas kantor berita Sputnik.

Sesuai dengan dekrit, pejabat Taliban dilarang untuk tampil di hadapan publik dengan bendera tiga warna Afghanistan. Keputusan tersebut muncul setelah Taliban memerintahkan warga Provinsi Khost di Afghanistan untuk menurunkan bendera nasional Afghanistan dari atap rumah mereka dan juga kendaraan mereka.

Khamaa Press melaporkan bahwa masyarakat Afghanistan telah meminta untuk tidak mengganti bendara karena itu bukanlah milik pemerintah atau suatu golongan, namun milik negara. Yang menari, melalui Tolo News, para pemimpin Imarah Islam telah melakukan banyak upaya untuk memperoleh pengakuan secara internasional.

Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi mengatakan pada hari Jumat mengatakan bahwa Imarah Islam inklusif dan telah memenuhi persyaratan dan harus diakui oleh internasional.

Pada Agustus tahun lalu, Taliban menguasai Afghanistan dan membentuk suatu pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Mohammad Hasan Akhund, yang telah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri selama permerintahan pertama Taliban pada akhir tahun 1990-an.

Namun pemerintahan terbaru ini belum diakui secara internasional meskipun Imarah Islam Afghanistan (nama negara yang di gunakan oleh Taliban) dideklarasikan Kembali pada bulan Desember.

Kedatangan Taliban untuk berkuasa telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Afghanistan, dan berbagai Lembaga PBB memperkirakan bahwa lebih dari 50 persen penduduk negara tersebut membutuhkan bantuan darurat kemanusiaan.* /Annisa Yapsa Azzahra

Rep: Admin Hidcom
Editor: –

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.