Apakah Menyentuh Istri Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasan Gus Baha

  • Bagikan
Apakah Menyentuh Istri Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasan Gus Baha

  

 Dalam salah satu kajian, Gus Baha pernah menjelaskan bahwa dalam Mazhab Syafi’i, memegang istri dapat membatalkan wudhu.

Hal ini pun berdasarkan sabda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam.

Lantas mengapa menyentuh istri dihukumi membatalkan wudhu? Padahal telah sah dalam ikatan pernikahan, berikut adalah ulasannya:

Dilansir Portalsulut.com, pada Rabu 23 Maret 2022 melalui kanal YouTube @Berkah Santri “Gus Baha ungkap Alasan Wudhu Batal Saat Menyentuh Istri” yang diunggah Selasa 22 Maret 2022.

Hukum suami istri yang bersentuhan dapat membatalkan wudhu.

Ini digunakan sebagai mayoritas rujukan oleh masyarakat Islam di Indonesia.

Menurut Gus Baha yang disebut mahram bagi laki-laki dalam Islam, ada tujuh orang.

1. Ibu.

2. Anak perempuan.

3. Adik perempuan.

4. Saudara perempuan ayah.

5. Saudara perempuan Ibu.

6. Keponakan perempuan dari saudara laki-laki.

7. Keponakan perempuan dari saudara perempuan.

Nah itu yang disebut mahram, dimana orang yang haram dinikahi.

“Nah orang yang haram dinikahi ini kalau kamu sentuh ponakan, bule, bude tidak batal kan whudu,” kata Gus baha.

Sedangkan istri menurut , statusnya adalah orang lain.

“Sehingga boleh dinikahi. Istri itu orang lain makanya membatalkan wudhu,” kata Gus baha.

Berdasarkan fatwa Imam Syafi’i juga mengacu ke salah satu sabda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.

“Istri itu halal dijima, karena akan nikah tetapi statusnya tetap orang lain. Karena istri itu bukan mahram,” terang Gus baha.

Gus baha menjelaskan lebih lanjut mengungkapkan bukti bahwa istri merupakan orang lain.

“Yaitu jika Dia bercerai atau ditinggal meninggal suaminya maka si istri bisa menikah lagi,” tuturnya.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.