Softbank, “Ledekan” buat Presiden Jokowi, Malah Invest di Provinsi Yang Jokowi Kalah Telak

  • Bagikan
Softbank, “Ledekan” buat Presiden Jokowi, Malah Invest di Provinsi Yang Jokowi Kalah Telak

[CATATAN Agustinus Edy Kristianto]

Indonesia adalah bangsa yang besar tapi pemerintahnya ‘dikolongin’ Softbank. Orang boleh bicara apa saja untuk membela diri (terutama para pendukung kekuasaan) tapi faktanya Softbank menyatakan bakal mengalihkan investasi IKN ke Sumatera Barat!

Tidak usah ribet soal rencana investasi Softbank ke bulan sekalipun, tapi lihat pesan tersembunyinya.

Sulit untuk tidak mengatakan langkah itu adalah ledekan tingkat dewa buat Presiden Jokowi. Tak berapa lama setelah melemparkan kotoran ke muka pemerintah dengan pernyataan mundur, Softbank menggocek dengan rencana pengalihan investasi ke daerah di mana pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin (oh, masih ada ya, wapres ini) kalah telak dengan hanya memperoleh 14,05% suara (407.761 suara) Pemilu 2019.

[Link Berita: https://finance.detik.com/properti/d-5993862/mundur-dari-ikn-nusantara-softbank-pilih-investasi-di-sumbar]

Sementara itu, Menko Marives, yang dahulu gembar-gembor Softbank akan investasi ke IKN US$100 miliar, malah melobi Arab Saudi untuk menggantikan Softbank. Padahal di Indonesia, orang yang ke-arab-arab-an kerap distigma sebagai kadrun alias kadal gurun. Meskipun stigma politik itu salah kaprah, sebab gurun bukan cuma di Timur Tengah melainkan ada juga di Amerika, yaitu Mojave, Gurun Sahara di Afrika, gurun dingin di Antartika, bahkan di Tiongkok, ada Gurun Gobi.

Menteri segala urusan itu pun kalah cepat, sebab Arab Saudi (via Sovereign Wealth Fund/SWF-nya) telah membuat kesepakatan dengan Softbank US$125 juta untuk proyek platform komunikasi Unifonic.

Alasan Softbank mundur pun menampar muka Jokowi: tingkat pengembalian investasi (Return of Investment/ROI) IKN tidak menarik. Kelak, sangat mungkin, jika Softbank berpendapat ROI tidak menarik maka investor lain akan berpikir puluhan kali untuk mendanai ambisi Jokowi di IKN itu.

Selama pacaran dengan Softbank (2019-2022), pemerintah malah sudah memberi banyak untuk melayani kepentingan Softbank, yakni investasinya di GOTO (Gojek-Tokopedia), yang sekarang mau IPO dengan target perolehan Rp17 triliun: Komisaris Tokopedia Wishnutama Kusubandio diberi kursi empuk sesuai rencana Softbank (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, lalu sekarang Komisaris Utama Telkomsel), meskipun melanggar aturan rangkap jabatan sesuai UU Kementerian Negara.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.