Pernikahan Jarak Jauh Berpotensi Sebabkan ‘Kekasih Gelap’ Muncul

  • Bagikan
Pernikahan Jarak Jauh Berpotensi Sebabkan ‘Kekasih Gelap’ Muncul

Hidayallah.com—Perkawinan jarak jauh dan adanya pihak ketiga menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan sebuah rumah tangga tumbang di tengah jalan. Masalah semakin rumit, ‘masjid runtuh’ oleh pihak ketiga yang akhirnya menimbulkan konflik baru dalam rumah tangga, serta diperparah dengan perubahan gaya hidup dan perasaan cinta dan kasih sayang yang memudar.

Dosen Pusat Psikologi dan Kesejahteraan Manusia, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FSSK) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Dr Siti Marziah Zakaria mengatakan, orang ketiga seperti kanker yang mengganggu keharmonisan dan menghancurkan institusi rumah tangga. Ia mengatakan, keberadaan ‘kekasih gelap’ merupakan faktor menjijikkan dan menarik yang tanpa disadari bisa menimbulkan masalah baru dalam rumah tangga.

“Kehadiran orang ketiga tentu mengancam keharmonisan rumah tangga. Mereka bisa muncul dalam rumah tangga ketika ada kesempatan dan ruang,” katanya dikutip Berita Harian. “Kedua belah pihak, baik suami atau istri, bisa membuka peluang bagi pihak ketiga untuk menghantui dan mengganggu rumah tangga.”

“Perkawinan jarak jauh karena faktor karir, keluarga menjadi salah satu penyebab yang bisa membuat pasangan menjadi skandal atau orang ketiga,” katanya.

Siti Marziah mengatakan, hal ini karena pernikahan jarak jauh membutuhkan komitmen, loyalitas, rasa tanggung jawab dan pengorbanan yang tinggi. “Oleh karena itu, suami istri perlu tenang dan siap berkorban jika memang ditakdirkan untuk jauh.”

“Namun, jika tidak bisa menjalani hidup sebagai pasangan jarak jauh, mereka harus menemukan cara untuk hidup bersama karena ketika berpisah, perasaan bosan, kesepian, dan kekosongan selalu menghantui mereka,” katanya. “Bagi laki-laki, mereka mulai berpikir untuk mencari pasangan baru untuk mengisi kekosongan tersebut, sedangkan bagi perempuan, jika sudah memiliki anak, beban dan tanggung jawab yang harus dipikulnya akan berlipat ganda,” tambahnya.

Dikatakannya, juga akan menyebabkan perempuan harus mandiri jika melalui pernikahan jarak jauh karena akan menghadapi episode stres, kelelahan dan ketidakberdayaan jika diuji dengan masalah kesehatan dan anak. “Jika suami lengah dan santai, akan menambah beban emosional yang mereka tanggung. Dalam situasi ini, kehadiran orang ketiga akan sangat mereka syukuri,” ujarnya.

Ia mengatakan rumah tangga yang berkonflik bisa dengan mudah memberikan peluang adanya ancaman kehadiran pihak ketiga. Ada pasangan suami istri yang mungkin sudah lama bertahan dalam rumah tangga yang tidak harmonis karena faktor keuangan, anak yang menjaga nama keluarga atau komitmen terhadap keluarga.

“Namun, mereka tidak dapat menyangkal kebutuhan emosional untuk merasa dicintai, dibutuhkan, dan dihargai oleh pasangan,” ujarnya. “Dengan demikian, konflik yang terus berlanjut tanpa ada upaya untuk mengatasinya hanya akan melukai emosi mereka.”

Selain itu, situasinya juga dapat menjadi lebih serius jika ada gangguan dari teman, tetangga, kerabat, bahkan ibu atau mertua dan mertua. Bahkan mereka bisa menjadi penengah dalam upaya mendamaikan pasangan yang bermasalah, bukan memperburuk keadaan.

Lebih lanjut Siti Marziah berkomentar, konflik dan pemicu masalah perkawinan perlu disikapi bersama antar pasangan. Komunikasi yang terbuka sangat penting untuk mencapai kesepakatan dan pengertian, selain toleransi, kesabaran, empati dan kedewasaan dalam menghadapi perselisihan.

“Bahkan, beberapa pasangan mungkin membutuhkan mediator untuk memfasilitasi proses komunikasi dan mencari solusi,” ujarnya. “Konselor dan konsultan pernikahan juga diperlukan untuk memberikan perspektif dan jalan bagi pasangan yang menghadapi konflik pernikahan.”

Pasangan yang menghadapi konflik perlu diselamatkan asalkan keduanya masih menginginkan pernikahan, masih memiliki perasaan cinta dan siap untuk memperbaiki diri. Ada juga faktor lain yang dapat menyebabkan adanya orang ketiga dalam rumah tangga antara lain akibat dari perubahan hidup seperti memiliki anak, konflik peran, komitmen baru, PHK, didiagnosa sakit dan penuaan.

Adapun faktor cinta memudar, katanya setiap pernikahan melewati fase yang berbeda dan kebanyakan pernikahan diuji dalam 10 tahun pertama.*

Rep: Ahmad
Editor: –

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.