Workshop HPN Blora: Selain Tahu Strategi, Pengusaha Juga Harus Bayar Zakat

  • Bagikan

Blora, NGAJI SANTRI

Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Blora, Jawa Tengah mengadakan worskhop pemberdayaan ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Ahad (13/3/2022) di Rumah Makan ‘Sambal Lalap’ Jl Rekso Diputro Blora.

Muhammad Agus Salim, Ketua HPN Kabupaten Blora, dalam rilis yang diterima NGAJI SANTRI mengatakan workshop ​​​​​​​​​​​​​​bertujuan untuk lebih bisa meningkatkan usahanya yang selama ini belum bisa dimaksimalkan dan banyak menghadapi kendala. Kegiatan workshop ini terlaksana karena kebutuhan akan ilmu pengetahuan dan dorongan  dari para sesama pengusaha yang selama ini merasa kesulitan dalam mengembangkan usaha.

 

“Setelah digembleng oleh pengusaha sukses yang notabene adalah seorang kiai, yaitu KHR M Ma’shum Abdul Hamid MM, mereka sangat bersemangat. Waktu yang dijadwalkan jam 12 siang selesai molor sampai setengah jam lebih,” tuturnya.

 

Pihaknya berharap para pelaku UMKM bisa meniru trik-trik yang diajarkan oleh narasumber dan bisa keluar dari  kebuntuan selama ini.

 

Narasumber workshop memaparkan ada sepuluh problematika UMKM yang perlu diurai dan dicarikan solusinya. Ia menjabarkan sangat kelihatan antusias para peserta workshop dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada nara sumber. Di antara solusi yang disampaikan adalah para pelaku UMKM harus punya izin usaha resmi seperti CV atau PT.

 

“Karena itu sebagai dasar utama dalam usaha. Di samping itu usahanya harus mampu bersaing dengan kompetitor lainnya. Modal memang perlu, tapi tanpa adanya inovasi dan kreativitas dalam kemasan dan pemasaran,” paparnya.

 

Menurut Gus Mashum, sulit rasanya para pelaku UMKM bisa berkembang, apalagi dengan jumlah kompetitor yang semakin banyak. Karenanya dalam dunia usaha, pengembangan jaringan itu sangat dibutuhkan. “Karena bisanya barang sampai ke konsumen perlu banyak orang dan banyak kota yang harus dilalui,” ujarnya.

 

Gus Mashum juga berpesan kesuksesan usaha harus dibarengi dengan mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sesuai anjuran agama. “Tanpa adanya hal itu, sulit rasanya reseki bisa sampai ke tangan pelaku usaha,” ujar dalam workshop yang diikuti oleh para peserta yang terdiri dari pengurus PC HPN Blora, pengusaha UMKM, dan kontraktor.

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.