Kusir Dokar Tercengang Dapat Ampol Tebal Mbah Dullah Salam Kajen, Hampir Semaput, Begini Kisahnya

  • Bagikan
Kusir Dokar Tercengang Dapat Ampol Tebal Mbah Dullah Salam Kajen, Hampir Semaput, Begini Kisahnya

 – Mbah Dullah, sapaan akrab masyarakat Pati dan sekitarnya kepada waliyullah masyhur KH Abdullah Salam Kajen. 

Mbah Dullah adalah sosok ulama yang hafal Qur’an, mursyid tarekat, dan aktif di Nahdlatul Ulama. Santri-santrinya tersebar di berbagai penjuru Nusantara.

Saat Gus Dur terpilih jadi Presiden RI, kiai pertama yang dikunjungi Gus Dur adalah Mbah Dullah Salam Kajen.

Sebagaimana dikutip BeritaBantul.com dari kanal Youtube Penerus Para Nabi, dikisahkan karomah Mbah Dullah Salam yang membuat takjub seorang supir dokar

Pada masa itu, dokar jadi kendaraan favorit warga Kajen untuk perjalanan jarak dekat. Para kiai dan peziarah ke makam Mbah Mutamakkin mayoritas pakai dokar.

Demikian juga dengan sosok Mbah Dullah Salam. Saat itu, Mbah Dulah diminta mengisi pengajian habis Jum’atan di Desa Margoyoso, desa tetangga Mbah Dullah, jaraknya sekitar 3 Km dari Kajen.

Dokar adalah kendaraan favorit Mbah Dullah untuk mengantar ke tempat pengajian.

Mbah Dullah ngaji dan semua jamaah menyimak dengan seksama. Suaranya penuh sentuhan ruhani, jamaah merasakan getaran yang menyejukkan.

Ngaji Mbah Dullah sampai pada waktunya, selesai. Semua jamaah berebut cium tangan kiai yang hafal Qur’an ini. Mbah Dullah selalu layani semua jamaahnya dengan penuh kasih sayang, tak pernah membedakan satu dengan lainnya.

Saat ngaji selesai, Mbah Dullah hendak berpamitan. Panitia bergegas menemui Mbah Dullah untuk menyampaikan amplop.

“Mbah, ini ongkos untuk naik dokar,” kata panitia itu.

Sebenarnya, Mbah Dullah jarang sekali berkenan menerima amplop saat mengisi pengajian. Mbah Dullah memang dikenal sosok istimewa saat ngaji, sama sekali tak terlintas amplop dalam jalan dakwahnya. 

Mbah Dullah masih ditunggu dokar yang mengantarnya. Selesai bersama panitia itu, Mbah Dullah segera naik dokar untuk pulang. 

Saat di atas dokar, Mbah Dullah memberikan amplop panitia itu kepada kusir dokar. Namanya Pak Gampang

“Kok amplopnya tebal Mbah, terlalu banyak buat saya,” kata Pak Gampang kontan kaget luar biasa. 

“Betul itu buat sampeyan, tadi panitia bilang, ini untuk ongkos naik dokar Mbah,” jawab Mbah Dulah.

Pak Gampang bingung, tercengang, cuma bisa melongo. Amplop setebal itu jelas untuk Mbah Dullah, itu dalam batinnya. 

Mbah Dullah memang dikenal sosok waliyullah yang masyhur karomahnya. Dilkenal sangat wara’, sehingga sulit menerima uang yang masih samar-samar, sebagaimana dalam kisah di atas.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.